Memantau warna tinja bayi dengan kartu di Buku KIA
Buku KIA memuat kartu Warna Tinja dengan tujuh warna bernomor. Kartu ini membantu orang tua memperhatikan warna tinja bayi pada bulan-bulan pertama.
Apa yang diminta Buku KIA
Menurut Buku KIA 2025:
- periksa warna tinja bayi setiap hari sampai usia 4 bulan;
- catat nomor warnanya saat bayi berusia 2 minggu, 1 bulan, dan 2–4 bulan.
Cocokkan warna tinja dengan kartu di Buku KIA Anda, lalu tulis nomornya pada kolom yang tersedia.
Warna yang perlu segera diperiksakan
Buku KIA meminta orang tua segera membawa bayi ke dokter bila warna tinja lebih pucat, mendekati nomor 1 sampai 3 pada kartu. Menurut Buku KIA, tinja yang pucat bisa menandakan kemungkinan sumbatan kandung empedu, sehingga perlu diperiksa dokter tanpa menunggu.
Buku KIA juga meminta orang tua segera membawa bayi ke dokter bila mata bayi masih kuning atau urinnya berwarna kuning keruh setelah usia 2 minggu.
Tanda lain pada bayi baru lahir
Selama 28 hari pertama, Buku KIA menyediakan lembar pemantauan harian untuk diisi ibu, misalnya tentang menyusu, buang air kecil dan besar, tali pusat, kulit kuning, dan suhu tubuh. Bila bayi mengalami tanda bahaya yang tercantum di Buku KIA, segera periksakan ke bidan, dokter, atau perawat.
Mencatat di Bayikia
Bayikia mengikuti lembar pemantauan harian 0–28 hari dan kartu warna tinja di Buku KIA. Bayikia tidak menampilkan kartu warnanya; Anda mencocokkan warna dengan kartu di Buku KIA Anda, lalu memilih nomornya. Bila nomor 1–3 dipilih atau ada tanda yang dicentang di lembar harian, Bayikia menampilkan ajakan untuk segera memeriksakan bayi. Catatan ini juga bisa dimasukkan ke ringkasan untuk dokter.
Artikel ini berisi informasi umum dari sumber resmi dan bukan pengganti pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Bila Anda khawatir dengan kondisi anak, periksakan ke tenaga kesehatan.