Semua artikel

Memantau warna tinja bayi dengan kartu di Buku KIA

Terbit 25 Oktober 2026

Buku KIA memuat kartu Warna Tinja dengan tujuh warna bernomor. Kartu ini membantu orang tua memperhatikan warna tinja bayi pada bulan-bulan pertama.

Apa yang diminta Buku KIA

Menurut Buku KIA 2025:

  • periksa warna tinja bayi setiap hari sampai usia 4 bulan;
  • catat nomor warnanya saat bayi berusia 2 minggu, 1 bulan, dan 2–4 bulan.

Cocokkan warna tinja dengan kartu di Buku KIA Anda, lalu tulis nomornya pada kolom yang tersedia.

Warna yang perlu segera diperiksakan

Buku KIA meminta orang tua segera membawa bayi ke dokter bila warna tinja lebih pucat, mendekati nomor 1 sampai 3 pada kartu. Menurut Buku KIA, tinja yang pucat bisa menandakan kemungkinan sumbatan kandung empedu, sehingga perlu diperiksa dokter tanpa menunggu.

Buku KIA juga meminta orang tua segera membawa bayi ke dokter bila mata bayi masih kuning atau urinnya berwarna kuning keruh setelah usia 2 minggu.

Tanda lain pada bayi baru lahir

Selama 28 hari pertama, Buku KIA menyediakan lembar pemantauan harian untuk diisi ibu, misalnya tentang menyusu, buang air kecil dan besar, tali pusat, kulit kuning, dan suhu tubuh. Bila bayi mengalami tanda bahaya yang tercantum di Buku KIA, segera periksakan ke bidan, dokter, atau perawat.

Mencatat di Bayikia

Bayikia mengikuti lembar pemantauan harian 0–28 hari dan kartu warna tinja di Buku KIA. Bayikia tidak menampilkan kartu warnanya; Anda mencocokkan warna dengan kartu di Buku KIA Anda, lalu memilih nomornya. Bila nomor 1–3 dipilih atau ada tanda yang dicentang di lembar harian, Bayikia menampilkan ajakan untuk segera memeriksakan bayi. Catatan ini juga bisa dimasukkan ke ringkasan untuk dokter.

Artikel ini berisi informasi umum dari sumber resmi dan bukan pengganti pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Bila Anda khawatir dengan kondisi anak, periksakan ke tenaga kesehatan.

Sumber

  1. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), cetakan 2025, halaman 40–47 Kementerian Kesehatan RI · diakses 22 Oktober 2026