Jadwal imunisasi anak dari Kemenkes dan IDAI
Ada dua acuan jadwal imunisasi anak yang sering ditemui orang tua di Indonesia: imunisasi program dari Kementerian Kesehatan, dan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang memuat beberapa imunisasi tambahan.
Imunisasi rutin program Kemenkes
Jadwal imunisasi program ditetapkan dalam KMK No. 1098/2024 yang diubah dengan KMK No. 35/2025. Untuk bayi:
- Hepatitis B-0: kurang dari 24 jam setelah lahir.
- BCG: usia 1 bulan.
- Polio tetes (bOPV): usia 0–1, 2, 3, dan 4 bulan.
- DPT-HB-Hib: usia 2, 3, dan 4 bulan.
- PCV (pneumokokus): usia 2 dan 3 bulan.
- Rotavirus (RV): usia 2, 3, dan 4 bulan.
- Polio suntik (IPV): usia 4 dan 9 bulan.
- Campak Rubela (MR): usia 9 bulan.
- Japanese Encephalitis (JE): usia 10 bulan, hanya di daerah tertentu.
Untuk anak usia di bawah dua tahun: PCV pada usia 12 bulan, serta DPT-HB-Hib dan Campak Rubela (MR) pada usia 18 bulan.
Untuk anak usia sekolah dasar: Campak Rubela (MR) dan DT di kelas 1, Td di kelas 2 dan kelas 5, serta HPV untuk anak perempuan di kelas 5. Imunisasi HPV dilaksanakan sesuai tahapan Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim.
Imunisasi tambahan rekomendasi IDAI
Selain imunisasi program, IDAI merekomendasikan beberapa imunisasi lain, misalnya influenza, varisela, hepatitis A, tifoid, dan dengue, dengan usia dan jumlah dosis masing-masing. Bicarakan dengan dokter anak mana yang sesuai untuk anak Anda.
Bila jadwalnya terlewat
KMK No. 1098/2024 menyebutkan bahwa anak yang belum mendapat imunisasi rutin secara lengkap sesuai jadwal perlu mendapat imunisasi kejar untuk melengkapinya. Halaman imunisasi di Buku KIA membedakan usia tepat pemberian, usia yang masih diperbolehkan untuk melengkapi, usia imunisasi kejar, dan usia yang tidak diperbolehkan. Misalnya, Buku KIA mencatat bahwa imunisasi rotavirus dilengkapi sebelum usia 7 bulan.
Karena aturannya berbeda untuk tiap vaksin, tanyakan ke petugas di Posyandu, Puskesmas, atau dokter anak kapan imunisasi berikutnya bisa diberikan.
Mencatat imunisasi
Simpan catatan imunisasi di Buku KIA dan tunjukkan setiap kali anak diimunisasi. Di Bayikia, jadwal program Kemenkes dan imunisasi tambahan IDAI ditampilkan sesuai umur anak. Status tiap vaksin dihitung dari catatan Anda; vaksin yang belum dicatat ditampilkan sebagai "belum ada catatan", bukan dianggap belum diberikan. Anda juga bisa memotret lembar imunisasi sebagai lampiran.
Artikel ini berisi informasi umum dari sumber resmi dan bukan pengganti pemeriksaan oleh tenaga kesehatan. Bila Anda khawatir dengan kondisi anak, periksakan ke tenaga kesehatan.
Sumber
- Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/1098/2024 tentang Jenis dan Jadwal Imunisasi Program
- Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/35/2025 tentang Perubahan atas KMK 1098/2024
- Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), cetakan 2025
- Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI 2024